Grain in Ear jauh lebih dari sekadar istilah kalender pertanian yang sibuk; ini merupakan pembawa musiman berharga bagi budaya Tiongkok kuno, kaya akan adat istiadat rakyat yang menarik dan penuh makna, yang telah diwariskan sejak zaman kuno hingga saat ini. Adat istiadat sederhana, hangat, dan hidup ini berasal dari kehidupan sehari-hari masyarakat pekerja, mencerminkan secara utuh rasa hormat tulus mereka terhadap alam, cinta mendalam terhadap kehidupan, serta harapan tulus akan kesehatan jasmani, musim yang aman, dan panen melimpah setiap tahunnya. Berbeda dengan perayaan tradisional yang megah dan meriah serta memiliki upacara tetap, adat istiadat Grain in Ear (Mang Zhong) bersifat praktis dan erat terkait dengan perubahan iklim musiman serta pemeliharaan kesehatan di musim panas. Adat istiadat ini secara sempurna memperkaya awal musim panas yang panas, sibuk, dan sederhana dengan kehangatan kemanusiaan yang kuat serta daya tarik budaya yang unik, sekaligus membantu masyarakat biasa beradaptasi secara alami terhadap lingkungan musim panas yang panas dan lembap melalui kebiasaan sehari-hari sederhana yang diwariskan dari kebijaksanaan kuno.
Makan prem asam adalah kebiasaan Grains in Ear (Jie Mang) yang paling terkenal, populer, dan tersebar luas di sebagian besar wilayah Tiongkok. Awal musim panas merupakan periode kematangan alami baik untuk prem liar maupun prem yang ditanam secara buatan. Prem segar yang telah matang memiliki rasa asam-manis yang khas, dan masyarakat kuno—melalui pengalaman hidup bertahun-tahun—menyimpulkan bahwa mengonsumsi prem selama masa Grains in Ear dapat secara efektif mendinginkan tubuh dari panas musim panas, meredakan kelelahan fisik akibat cuaca yang sangat gerah, serta menutrisi lambung dan paru-paru manusia. Karena prem mentah memiliki rasa pahit ringan dan terlalu asam untuk dikonsumsi langsung, masyarakat menciptakan berbagai camilan musim panas lezat melalui pengolahan manual, antara lain prem manis kenyal dalam bentuk manisan, sirup prem yang segar dan menyejukkan, serta anggur prem buatan rumahan yang lembut dan harum. Camilan musim panas tradisional ini disukai baik oleh orang dewasa maupun anak-anak, sehingga menjadi simbol rasa paling khas dan tak terlupakan selama perayaan Grains in Ear. Kebiasaan tradisional lain yang elegan dan romantis adalah melepas Dewa Bunga. Masyarakat Tiongkok kuno percaya bahwa semua bunga musim semi yang sedang mekar secara bertahap layu dan menghilang setelah tiba masa Grains in Ear, menandai berakhirnya masa berbunga musim semi. Pada hari istimewa ini, para gadis muda akan mengikat pita sutra berwarna-warni pada ranting-ranting bunga yang masih tersisa sebagai bentuk perpisahan halus dengan pemandangan indah musim semi, sekaligus menyambut hangat musim panas yang subur dan penuh vitalitas, sebagai wujud cinta mendalam mereka terhadap keindahan alam.
Selain kebiasaan makanan dan bunga yang sudah terkenal, banyak wilayah di Tiongkok selatan dan tengah mempertahankan tradisi kuno mandi dengan air sungai mengalir pada pagi hari awal Grain in Ear (Xiao Man). Warga desa setempat dari segala usia mematuhi kebiasaan ini, meyakini bahwa air sungai alami yang bersih dan mengalir dapat membersihkan nasib buruk serta energi negatif, menghilangkan kelembapan berlebih dalam tubuh, mencegah penyakit musiman umum di musim panas, serta memberikan berkah berupa kesehatan fisik, ketenangan pikiran, dan kelancaran dalam menjalani musim panas yang panas. Dalam kehidupan sehari-hari modern, kebiasaan rakyat kuno ini juga memberikan panduan berharga bagi pengelolaan kesehatan musim panas secara ilmiah. Selama periode Grain in Ear, cuaca menjadi jelas lebih panas dan lembap, sehingga mudah membuat orang merasa lelah, lesu, dan kehilangan nafsu makan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk menjaga pola makan yang ringan, sehat, dan mudah dicerna; minum cukup air hangat guna menggantikan kehilangan cairan tubuh; menjaga jadwal kerja dan istirahat yang teratur; serta menghindari begadang dan kerja berlebihan. Kebiasaan hidup sederhana namun praktis ini, yang diwariskan dari kebijaksanaan kuno selama ribuan tahun, membantu kita beradaptasi lebih baik terhadap perubahan iklim musiman serta mempertahankan kondisi fisik dan mental yang stabil serta sehat di tengah kesibukan awal musim panas.